Kamis, 27 Agustus 2009

Studi Kelayakan Usaha Kecap

Studi Kelayakan Usaha kecap ini saya buat ketika mengikuti kuliah Kapita Selekta...
Semoga contoh ini bisa bermanfaat...


I.                  PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG STUDI KELAYAKAN
1.      TUJUAN
Tujuan diadakannya Studi Kelayakan Usaha Industri Pembuatan Kecap PT. HARUM SEGAR di jalan gang Pentol, Desa Karangrejo, Kecamatan Jatingaleh, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, adalah untuk menilai apakah usaha ini mempunyai kemampuan untuk menjalankan usaha dan mempunyai prospek serta pantas untuk difasilitasi (dibiayai). Secara rinci studi kelayakan ini bertujuan :
·         Mengukur nilai besar modal investasi dan modal kerja yang dibutuhkan oleh usaha ini dan sumber dana.
·         Mengukur kemampuan usaha ini didalam menghasilkan dana kas guna pelunasan hutang-hutang dan pembayaran kembali kewajibannya kepada lembaga keuangan tepat waktunya sebagaimana yang direncanakan.
·         Mengukur berapa besar kemampuan usaha kecap ini dapat menghasilkan keuntungan terhadap jumlah modal yang telah ditanam.
·         Menyusun dasar pertimbangan yang berguna dalam usaha mendapatkan pinjaman dari Bank/ Lembaga Keuangan bagi pembiayaan sebagai modal investasi dan modal kerja usaha ini.
2.      RUANG LINGKUP STUDI KELAYAKAN.
Di dalam kelayakan usaha ini akan diteliti, serta dianalisa dan dievaluasi aspek-aspek utama dari PT. HARUM SEGAR dan proyek usaha industri pembuatan kecap.
Aspek-aspek itu antara lain :
·         Aspek hukum dan permodalan.
Dalam hal ini kelayakan sebuah usaha tidak akan berjalan tanpa ada hukum dan pemodalan yang berlaku. Peranan penting hukum dan modal sangat vital dalam kaitan berusaha. Perusahaan Terbatas HARUM SEGAR sebagaimana memerlukan legalitas untuk sebuah usaha besar karena modal yang digunakan sepenuhnya relatif besar dan berjangka panjang. Aspek-aspek hukum menurut tinjauan usaha antara lain :
1)      Keamanan dalam usaha dari saingan (rekan) yang curang atau tidak sehat.
2)      Perlindungan data-data penting yang tidak semua karyawan bisa mengetahui karena merupakan rahasia dari perusahaan Kecap.
3)   Undang-undang peraturan yang telah dibuat oleh perusahaan merupakan suatu absolut yang tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun.
Apek permodalan dari tinjauan Usaha Kecap antara lain :
1)      Perlindungan terhadap pelanggan karena merupakan aset yang sangat berharga.
2)      Pemeliharaan terhadap alat-alat usaha.
3)      Pembayaran terhadap karyawan usaha.
·         ASPEK MANAJEMEN
Aspek ini mencakup tentang bagaimana mengelola pemberdayaan sebuah perusahaan kecap. Aspek ini banyak mencakup dalam hal finansial maupun cara kerja di lapangan yang seolah-olah tanpa pengaturan. Sebagai perusahaan Kecap harus pintar-pintar merencanakan sesuatu proyek dengan pemikiran yang panjang serta peluang yang ada untuk mendapat keuntungan bukan kerugian! Dalam pembangunan proyek usaha diperlukan manajemen tentang pelaksanaan perencanaan proyek usaha Kecap. Hal ini dilakukan untuk tahap perencanaan dan penyusunan penyelesaian proyek usaha kecap.
·         ASPEK SOSIAL EKONOMI DAN LINGKUNGAN
Perusahaan Kecap dalam aspek ekonomi serta lingkungan merupakan hal yang harus sangat diperhatikan karena merupakan kunci sukses dari usaha ini!
Sebagai Perusahaan konsumsi harus memperhatikan analisa tentang keuangan perusahaan, apa yang harus dikeluarkan ataupun yang harus dihemat. Keuntungan dicari bukan dengan menipu pihak owner (pelanggan) tetapi dengan cara penghematan bahan-bahan baku pembuatan kecap yang harus digunakan pada saat proses pembuatan. Serta melakukan pendekatan dengan konsumen itu sendiri merupakan nilai ekonomi yang suatu saat akan disebut  “TRUST” yaitu kepercayaan pelanggan akan menjadi modal ekonomi yang sangat kuat untuk usaha Kecap.
Sedangkan untuk aspek lingkungan, perusahaan mempunyai ahli gizi dan lingkungan yang akan memperhatikan seluruh proses hingga jadi barang siap jual. Pihak-pihak lain (karyawan) juga akan membantu dengan masukan-masukan yang berharga untuk sebuah nilai cita rasa maupun bentuk kemasan yang bersifat komersil ini.
·         ASPEK TEKNIK DAN PRODUKSI
Sebagai pengusaha kecap aspek teknis lebih bersifat kepada beberapa hal yang bersifat analisa. Karena aspek ini merupakan aspek konkret yang harus selalu diperbaharui setiap saat.
·         ASPEK PEMASARAN
Aspek pemasaran memiliki komponen yang harus dianalisis dan dicermati diantaranya :
Ñ       Prospek segmentasi pasar.
Ñ       Kebutuhan serta keinginan konsumen.
Ñ       Target yang harus dipenuhi.
Ñ       Masa berlaku sebuah proyek (garansi)
Ñ       Pangsa permintaan pasar.
Ñ       Harga bahan baku.
·         ASPEK KEUANGAN
Kebutuhan dan sumber dana
  Kebutuhan dana untuk kerja tetap.
  Kebutuhan dana untuk modal kerja.
  Sumber-sumber dana.
Studi kelayakan ini akan mencakup jangka waktu selama 5 (lima) tahun mulai sejak operasi komersial.
B.     METODE – PELAKSANAAN.
Didalam melakukan studi ini, mula-mula diadakan penelitian terhadap segi hukum dari perusahaan yang sudah dijelaskan di atas, kemudian tentang keadaan pasar dan justifikasi data teknis maupun non teknis dari proyek industri pembuatan Kecap.
Atas dasar hasil analisis dan justifikasi tersebut kemudian disusun asumsi-asumsi keuangan dengan memperhatikan faktor pengaruh asumsi tersebut.
Asumsi-asumsi ini selanjutnya dibicarakan dengan PT. HARUM SEGAR dan berdasarkan asumsi-asumsi yang telah disetujui bersama maka disusun proyeksi dan analisis keuangan untuk mengetahui apakah proyek ini layak atau tidak.
C.     URAIAN TENTANG PROYEK YANG DIRENCANAKAN.
1)      Tujuan Pendirian Proyek Usaha.
Tujuan utama usaha industri pembuatan kecap adalah untuk turut mensukseskan Pembangunan Nasional melalui sektor Pangan dan tingginya kebutuhan kecap di dalam negeri.
Usaha ini merupakan perluasan dari usaha / pabrik kimia PT. HARUM SEGAR di jalan gang Pentol, Desa Karangrejo, Kecamatan Jatingaleh, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Dengan didirikannya usaha ini, diharapkan akan memberikan masukkan devisa bagi kepentingan negara, sebagai hasil non migas yang tengah digalakkan pemerintah saat ini.
2)      PROYEK YANG DIRENCANAKAN
-          Rencana Produksi dan Pemasaran :
Ө   Produksi
Produksi direncanakan untuk memenuhi kebutuhan Domestik dan untuk tujuan ekspor yaitu dengan perbandingan 10 : 90.
Produksi diharapkan akan dimulai pada tahun 2009, dengan perinrisan masa konstruksi tahun 2008.
Ө   Kapasitas Produksi
Kapasitas produksi yang akan dicapai adalah 5000 ton pada tahun pertama kemudian meningkat di tahun-tahun berikutnya hingga mencapai 10.000 unit pada tahun ke lima.
Ө   Rencana dan Biaya Investasi.
Dalam hal ini dibutuhkan biaya investasi  sebesar Rp. 5.000.000.000,00 dari jumlah tersebut diharapkan adanya partisipasi aktif berupa bantuan permodalan dari pihak bank.
Ө   Pay Back Period
Dari jumlah biaya investasi sebesar Rp. 5.000.000.000,00 diatas, ternyata perusahaan akan mampu melakukan pengembalian biaya proyek tersebut dalam waktu 5 tahun, dengan perincian sebagai berikut :
-          Masa konstruksi                                               = 1 tahun
-          Masa Trial Production                                      = 1 tahun
-          Masa pengembalian biaya                                = 3 tahun
Jumlah                                                             5 tahun
3)      FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG PROYEK.
Faktor-faktor yang mendukung rencana proyek ini adalah sebagai berikut :
1.      Tersedianya bahan baku sebesar 80% diperoleh dari dalam negeri dan 20% dari impor. Persediaan bahan baku impor agar tidak sampai menipis atau kehabisan maka dibutuhkan fasilitas L / C untuk transaksi impor.
2.      Menjalankan industri pangan, khususnya di bidang makanan pokok yang sebagaian besar masyarakat membutuhkan jenis ini yaitu kecap.
3.      Beroperasinya usaha ini  berarti turut memperkecil jumlah pengangguran dan memperluas lapangan kerja bagi penduduk setempat.
4.      Berbagai kebijaksanaan pemerintah dalam bentuk kemudahan-kemudahan yang diterangkan dalam paket-paket, antara lain :
a)      Paket 1 April 1976, yang bertujuan untuk mengurangi beban pajak dan pungutan terhadap barang-barang ekspor.
b)      Kebijakan 15 Nopember 1978, diantaranya penyediaan fasilitas keringanan pembebasan bea masuk, pajak penjualan impor terhadap bahan baku, bahan penolong.
c)      Kebijaksanaan ekspor Januari 1982, yang membebaskan para eksportir dari kewajiban menjual devisa yang diperolehnya kepada bank Indonesia, memperluas cara pembayaran.
Transaksi ekspor sesuai dengan cara yang lazim dipergunakan dalam perdagangan Luar Negeri, penyediaan fasilitas kredit ekspor, jaminan kredit ekspor dan asuransi ekspor dengan syarat-syarat lunak.
d)     Paket kebijaksanaan 6 Mei 1986, mengenai kemudahan dalam hal ekspor bahan baku barang jadi dan bahan penolong Dalam Negeri dengan harga yang setingi-tinginya sama dengan harga impor dipasaran Internasional.
e)      Paket kebijaksanaan 24 Desember 1987, yang antara lain tentang tata cara dan persyaratan untuk memperoleh fasilitas atas impor mesin peralatan produksi pabrik dalam rang pembuatan barang ekspor.
f)       Paket kebijaksanaan 21 Nopember 1988, tentang penyempurnaan tata niaga impor barang, deregulasi dibidang perdagangan, industri dan pertanian, perhubungan laut, yang bertujuan untuk penciptaan lapangan kerja, terutama dalam rangka peningkatan ekspor non migas menunjang kelancaran distribusi barang di dalam negeriserta kelancaran ekspor non migas dan untuk meningkatkan efisiensi produksi Nasional serta peningkatan produktifitas Nasional.
II. ASPEK HUKUM DAN PERMODALAN
A.    SEJARAH PERUSAHAAN
Sejak tahun 2001 PT. HARUM SEGAR telah berdiri, sejak saat itu pula perusahaan yang bergerak di bidang pangan kimia ini banyak memproduksi produk-produk yang bermanfaat bagi masyarakat.
Sebagai perusahaan yang cukup berpengalaman dibidang industri pangan kimia, PT. HARUM SEGAR berencana mengembangkan usaha yang masih termasuk golongan industri pangan yaitu pembuatan kecap yang diperkirakan berproduksi tahun 2009 atau pada pertengahan tahun 2009. Hasil produksi 50% di expor dan 50% untuk memenyhi kebutuhan dalam negeri.
B.     PENDIRIAN PERUSAHAAN
PT. HARUM SEGAR didirikan dengan Akta pendirian No. 24, Notaris Axel Rose SH,.MH di Semarang, tertanggal 19 Oktober 2001. Sebagaimana akta-akta tersebut terlampir pada halaman lampiran.
Adapun mengenai anggaran dasar telah dilakukan pengesahan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia tanggal 19 Oktober 2002 nomor 02-8989 HT. 06.06 tahun 2002.
Perusahaan didirikan untuk jangka waktu 50 tahun dan dimulai pada saat anggaran dasarnyadisetujui dan disahkan oleh yang berwenang.
C.    MAKSUD DAN TUJUAN PERUSAHAAN.
Maksud dan tujuan perusahaan, adalah sebagaimana tersebut pada akta pendirian perusahaan No. 8 Tgl. 17 Januari 2001. Pasal 2 diantaranya menyatakan :
Maksud dan tujuan perseroan ini adalah :
1.      Menjalankan usaha dalam bidang industri pangan terutama kecap dan kemasan botol maupun plastik kecap serta menjual hasil produksi tersebut di pasaran domestik dan pasar mancanegara, mengimpor bahan baku untuk kegiatan usaha yang berkaitan atau yang berhubungan langsung maupun tidak langsung dengan hal tersebut diatas.
2.      Menjalankan kegiatan dalam usaha untuk mencapai dan selaras dengan maksud dan tujuan tersebut dalam ayat dimuka dan menjalankan usaha-usahanya baik atas tanggungan sendiri maupun bersama-sama dengan orang maupun badan lain dengan cara dan bentuk yang sesuai dengan keperluandan dengan tidak mengurangi undang-undang dan peraturan perundangan lain yang berlaku.
D.    LOKASI KANTOR DAN PROYEK.
Kantor Pusat.
PT. HARUM SEGAR berkantor pusat di Jalan Setangkai Bunga Mawar IV NO. 7, Kepatihan Timur, Semarang Selatan, Jawa Tengah.
Lokasi Proyek.
Lokasi proyek usaha pabrik Kecap, terletak di jalan gang Pentol, Desa Karangrejo, Kecamatan Jatingaleh, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
E.     PENGURUS PERUSAHAAN.
Susunan pengurus PT. HARUM SEGAR, sebagaimana Notulen Rapat Keputusan Pemegang Saham PT. HARUM SEGAR tanggal 14 April 2002.
o   Komisaris Utama                                    :    Bapak Yustinus Suwadi,.S.H.,M.H
o   Komisaris Biasa                                      :    Ibu Leonilla Supriyanti,.S.Pd
o   Direktur Utama                                      :    Margaretha Sophia Rini
o   Direktur I                                                :    Theresiana Erlina
o   Direktur II                                              :    Monica Putri
o   Manajer Utama                                       :    Vincentius Diorama
o   Manajer Biasa                                         :    Cleopatra Rastha Vie
F.     PERMODALAN.
Modal dasar perseroan sebagaimana diterangkan pada akta No. 23, 25-3-2002, Notaris John Petrucci SH. Berjumlah Rp. 1.123.000.000,00 (satu milyar seratus dua puluh tiga juta rupuah / US$ 120.000) dan terbagi atas 1200 (seribu dua ratus) saham.dari tanggal tersebut pertanggal Studi kelayakan ini dibuat telah diambil bagian dan sektor penuh dengan uang tunai oleh para pendiri sebagai berikut :
No.
NAMA PEMEGANG SAHAM
LEMBAR SAHAM
NILAI
(Rp.000,00)
1.
2.
3.
Ibanez Telecos
Gibson Ebonit
Fender Stracaso
250
600
350
230.000
564.000
329.000
Jumlah
1200
1.123.000
G.    PERIJINAN USAHA
Untuk menunjang kelancaran kegiatan usaha, maka sampai saat Studi Kelayakan ini dibuat pihak PT. HARUM SEGAR telah memiliki beberapa perijinan (keterangan) antara lain :
1.      Akat Pendirian Perusahaan No. 24, Notaris Axel Rose SH,.MH tertanggal 19 Oktober 2001.
2.      Akta Perobahan Perusahaan No. 23, 25-3-2002, Notaris John Petrucci SH.
3.      Notulen Rapat Keputusan Pemegang Saham PT. HARUM SEGAR tanggal26 Mei 2002.
4.      Persetujuan Menteri Kehakiman tanggal 19 Oktober 2002 nomor 02-8989 HT. 06.06 tahun 2002.
5.      Tanda Daftar Perusahaan (TDP) No. 085641675555 tanggal 5 September 2001, dikeluarkan kantor Departemen Perdagangan Jakarta Pusat.
6.      Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) No.1.654.123.9-785. Atas nama PT. HARUM SEGAR.
7.      Surat Keterangan Domisili Perusahaan No. 545/656 tanggal 9 Nopember 2001, dikeluarkan Kantor Kepala Desa Karangrejo, Kecamatan Jatingaleh, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
8.      Surat Pemberitahuan Tentang Persetujuan Presiden dari Badan Koordinasi Penanaman Modal.
9.      Laporan Analisa mengenai Dampak Lingkungan dari PT. HARUM SEGAR.
10.  Tanda Bukti perubahan PMA menjadi PMDN dari Badan Koordinasi Penanaman Modal.
11.  Sertifikasi tanah.
12.  Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari Bupati Kepala Daerah Tingkat II Semarang, Jawa Tengah.
13.  Site Plan Bangunan Pabrik PT. HARUM SEGAR dan situasi tanah.
14.  Beberapa Daftar Riwayat Hidup dan surat-surat lainnya.
Dan beberapa surat-surat perijinan yang saat ini tengah dilakukan proses pengurusan pada instansi yang berwenang.
III.    ASPEK MANAJEMEN
A.    ORGANISASI
1.      Manajemen dalam organisasi ini dilaksanakan sendiri mengingat kemampuan dan pemgalaman yang luas dalam kegiatan organisasi produksi pembuatan makanan kimia khususnya kecap.
2.      Fungsi-fungsi didalam manajemen organisasi dilaksanakan secara profesional atau berdasarkan keahlian tenaga kerja yang terjun langsung dalam bidangnya.
3.      Pimpinan umum dalam organisasi adalah Dewan Direksi yang akan menentukan kebijaksanaan dalam perusahaan.
B.     STRUKTUR ORGANISASI
Struktur organisasi PT. HARUM SEGAR terdiri dari :
o   Dewan Komisaris
o   Dewan Direksi.
o   Manager.
o   Sekretaris Direksi.
o   Kepala Seksi.
o   Seksi Pelaksana ( Petugas)
Sedangkan pembagian kerja perusahaan dibagi menurut beberapa fungsi pokok adalah sebagai berikut :
o   Fungsi Umu dan fungsi khusus (personalia)
o   Fungsi Pemasaran (marketing)
o   Fungsi Pembelian atau pengadaan (logistik)
o   Fungsi Keuangan dan Administrasi pembukuan.
o   Fungsi produksi.
Tiap divisi, dipimpin oleh seorag Direktur dan tiap-tiap departement, dipimpin oleh seorang Manajer Deparrment.
Bagan struktur organisasi adalah sebagaimana terlihat pada halaman berikut.
                    STRUKTUR ORGANISASI
                         PT. HARUM SEGAR
DEWAN KOMISARIS

DEWAN DOREKSI

TENAGA AHLI

SEKRETARIS DIREKSI

DIVISI UMUM & PERSONALIA

DIVISI MARKETING

DIVISI  ADMINISTRASI KEUANGAN

DIVISI LOGISTIK

BAGIAN PEMBELIAN

BAGIAAN KEUANGAN

BAGIAN LOKAL

BAGIAN UMUM

BAGIAN PENYIMPAN

BAGIAN PEMBUKUAN

BAGIAN EXPORT

BAGIAN PERSONALIA

SATPAM

P / R

DIVISI PRODUKSI

BAGIAN PRODUKSI

BAGIAN PENYIMPAN

BAGIAN PENELITIAN

BAGIAN TRANSPORT
 

                                                             
PABRIK

CONTROL UNIT

BARANG JADI

BAHAN BAKU

MESIN
 

C.    TENAGA KERJA
1.      Jumlah Tenaga Kerja
Tenaga kerja yang dibutuhkan untuk merealisasikan rencana proyek ini diperkirakan :
o   Direktur Utama                                                        1 Orang
o   Direktur                                                                    5 Orang
o   Manager                                                                  10 Orang
o   Sekretaris                                                                10 Orang
o   Kepala Divisi                                                          25 Orang
o   Pegawai                                                                500 Orang
2.      Kualifikasi tenaga Kerja
Kualifikasi tenaga Kerja yang akan dipakai untuk mengisi jabatan-jabatan yang ada, akan disesuaikan dengan beban tugas dan tanggung jawab masing-masing jabatan, dengan penekanan utama pada pengalaman dan pengetahuan teknik yang diperlukan. Seluruh tenaga kerja di perusahaan adalah tenaga kerja putra-putri bangsa.
3.      Pengadaan Tenaga Kerja
Pengadaan tenaga kerja khususnya tenaga kerja pelaksana / buruh harian dapat dipenuhi dari masyrakat setempat. Untuk tenaga ahli lainnya dengan mudah dapat diperoleh dan sepenuhnya tenaga lokal dari Semarang.
D.    SISTEM PENGGAJIAN
Perusahaan mengatur pemberian gaji yang didasarkan atas besarnya beban tanggung jawab / pekerjaan, tingkat keterampilan dan lain-lainnya dan juga perusahaan memberlakukan sistim penggajian yang ditetapkan oleh pemerintah dalam hal standart minimum pemberian upah.
E.     PROGRAM PENDIDIKAN.
Program pendidikan diadakan pada sektor-sektor pekerjaan yang dibutuhkan akan adanya program pendidikan.
Pelatihan / training akan diadakan oleh :
o   Pemasok Equipment / Perlengkapan.
o   Pabrik kecap sejenis di dalam negeri maupun di luar negeri.
F.     KESEJAHTERAAN KARYAWAN.
Kesejahteraan Karyawan adalah merupakan yang utama dari kegiatan perusahaan, pendidikan untuk karyawan dan calon karyawan, penghasilan yang disesuaikan dengan ketentuan pemerintah, keselamatan kerja serta perangsang berupa bonus dan lain-lain disediakan perusahaan.
IV.    ASPEK SOSIAL EKONOMI DAN LINGKUNGAN
A.    DAMPAK POSITIF
Sesuai dengan program pemerintah didalam Repelita, dalam hal upaya peningkatan pemerataan pendapatan dan kesempatan kerja, maka dengan didirikannya proyek ini akan memberikan keuntungan dibidang sosial maupun pertumbuhan ekonomi Indonesia antara lain :
                I.            Kaitan dengan sektor lain.
Proyek industri kecap, 100% menggunakan bahan baku dari dalam negeri yaitu bahan utama kedelai dengan bahan tambahan lain yaitu gula kelapa, garam, penguat rasa glutamat, serta pengawet natrium benzoat. Dengan ini perusahaan telah membantu sepenuhnya kelancaran pendayagunaan produk nasional. Disektor pengangkutan bahan baku tersebut untuk setiap pengangkutan dari dan ke pabrik memerlukan jasa angkutan yang banyak.
             II.            Alat penunjang Pemerintah.
Pendirian proyek industri pembuatan ecap berarti menunjang program pemerintah dalam :
o   Melancarkan dunia ekonomi di sektor industri makanan dimana produksi tersebut ditujukan untuk menghasilkan produk non migas, sebagaimana kebijakan pemerintah dalam usaha memperluas perdagangan Luar Negeri.
o   100% dari kegiatan perusahaan ini menggunakan produk dalam negeri, berarti perusahaan telah menyumbangkan seluruh segi pemanfaatan produk dan jasa dalam negeri.
o   Di Indonesia perusahaan di bidang ini masih tergolong sedikit maka untuk kualitas dari produk PT. HARUM SEGAR ini bersaing dengan hasil produk dari perusahaan lain.
          III.            Penyediaan Lapangan Kerja.
Untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan produksi dalam proyek ini, dibutuhkan sekitar 500 orang tenaga kerja yang terdiri dari tenaga kerja tetap dan tenaga kerja lokal untuk harian.tenaga kerja ini mudah diperoleh disekitar lokasi.
          IV.            Pendapatan Pemerintah / Pajak.
Bilamana perusahaan ini telah berjalan dengan bai, maka akan dapat ditarik pajak penghasilan dan pajak lainnya, yang merupakaan pemasukkan bagi negara.
             V.            Penghematan Devisa.
Dengan berproduksinya pabrik ini, maka akan terjadi adanya penghematan devisa, mengingat kebutuhan akan kecap sudah membudaya selama ini, maka peluang ini dapat diisi oleh hasil produksi PT. HARUM SEGAR yang kualitas produknya diakui kualitas import.
          VI.            Pemasukkan Devisa.
Bila ekspor telah berjalan dari yang direncanakan, atas hasil ekpor berarti merupakan pemasukan devisa untuk negara.
B.    DAMPAK NEGATIF
Proyek pabrik ini terletak di kawasan industri Wilayah kabupaten Semarang, sehingga segala sesuatu yang bersifat memberikan dampak negatif  telah dilakukan pengendalian seminimal mungkin antara lain :
   Air limbah industri sudah disediakan tempat untuk menampung, serta sampah kimia lain telah diolah untuk kebtuhan daur ulang lainnya.
   Polusi asap pabrik juga sudah diminimalisir, karena mesin menggunakan bahan injeksi agar tidak menghasilkan asap namun berupa uap air, sehingga menguntungkan bagi lingkungan.
Dengan demikian dampak negatif dari adanya proyek pembangunan pabrik ini sudahdiminimalkan dan sebagian mengutungkan.
V.      ASPEK TEKNIK / PRODUKSI
A.    RENCANA PENDIRIAN PROYEK
Lokasi pabrik direncanakan terletak di jalan jalan gang Pentol, Desa Karangrejo, Kecamatan Jatingaleh, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Pemilihan lokasi pabrik di tempat ini dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :
1. Tenaga kerja yang tersedia memadai.
2. Sarana dan prasarana transportasi baik dan sangat lancar.
3. Tersedianya harga tanah yang terjangkau (murah).
4. Lokasi pabrik berada di wilayah usaha kota.
5. Tersedianya fasilitas teknis maupun non teknis yang memadai.
6. Sarana eksport komodity dari pelabuhan tanjung emas dan bandara Ahmad Yani.
B.     KEBUTUHAN TANAH (LUAS AREA PABRIK)
Industri pembuatan kecap ini merupakan suatu industri yang membutuhkan peralatan mesin, bahan baku dengan jumlah yang banyak. Sehingga membutuhkan tempat yang cukup banyak pula.
Untuk memenuhi proyek ini dengan kapasitas tersebut PT. HARUM SEGAR membutuhkan sedikitnya kurang lebih 20.000 m2.
C.    JADWAL PELAKSANAAN PROYEK
Jadwal pelaksanaan proyek dapat dijelaskan sebagai berikut :
-          Pembangunan Gedung                                                        4 bulan
-          Pembelian mesin dan test                                                    2 bulan
-          Training & study                                                                 1 bulan
Dengan dijelaskannya hal itu diatas maka masa pembangunan atau jangka waktu konstruksi seluruhnya dilaksanakan dalam 6 bulan.
D.    PROYEK PRODUKSI
Proses pembuatan KECAP untuk lebih jelasnya dapat di jelaskan melalui bagan skema Proses Produksi digambarkan sebagai berikut :
PROSES PEMBUATAN KECAP
PENCUCIAN BAHAN
 
(BAHAN BAKU SEGAR DICUCI)
                                                                                                                       
PROSES CLEANING
                                 (BAHAN BAKU DIBERSIHKAN)
COOKING

PENGERINGAN

PERSIAPAN

PENCAMPURAN

PEMBERSIHAN part II

MIXING

PENGEPAKAN

FINISHING

QUALITY CONTROL
 
                                                             (PEMASAKAN AGAR BAHAN TIDAK BUSUK & SIAP UNTUK PENGERINGAN)
                                                           
E.     KAPASITAS DAN RENCANA PRODUKSI
1.      Kapasitas Produksi
Dengan menggunakan mesin dan perlatan yang direncanakan maka kapasitas produksi terpasang (design capacity) untuk 300 hari kerja dan 1 shift/hari akan mencapai tingkat 20.000 kemasan per tahunnya.
2.      Rencana Produksi
Rencana produksi PT. HARUM SEGAR dengan kapasitas terpasang sebagaimana digambarkan pada tabel di bawah ini :
RENCANA PRODUKSI & KAPASITAS TERPASANG PT. HARUM SEGAR
Rencana Produksi/tahun
1
2
3
4
5
Jumlah hasil kecap
20.000
20.250
20.500
20.780
29.750
Prosentase produksi
60
70
80
87
92
3.      Quality Control
Produk yang dihasilkan akan diteliti mutunya tidak hanya pada tahap penyelesaian tetapi meliputi semua tahap produksi.
Standar mutu akan ditetapakn sehingga dapat secara tegas dapat ditentukan dapat tidaknya suatu produksi diterima/lolos dari pemeriksaan. Dengan demikian mutu produk akan selalu terjamin.
F.     KEBUTUHAN MESIN DAN PERALATAN
Industri pembuatan KECAP ini akan menggunakan mesin-mesin dari dalam negeri sebagian diantaranya dari luar negeri.
Untuk memperoleh gambaran tersebut, dibawah ini disusun nama-nama suatu kebutuhan dalam proses produksi sebagai berikut :
o   2 unit mesin pengelupas
o   2 unit mesin oven
o   3 unit mesin potong
o   2 unit mesin cetak kemasan
o   4 unit mesin sambungan
G.    BAHAN BAKU SERTA BAHAN PEMBANTU
1.      BAHAN BAKU
Bahan baku pembuatan KECAP ini, diantaranya 100% dari dalam negeri, seperti :
   kedelai
   gula kelapa
   garam
   penguat rasa glutamat
   pengawet natrium benzoat
Mengetahui Indonesia menguasai suplay bahan sebesar 100% untuk pembuatan KECAP tersebut, maka PT. HARUM SEGAR tidak akan kekurangan stok bahan baku, dengan ditunjang ongkos tenaga kerja yang memadai namun rendah untuk di dalam negeri.
2.      BAHAN PEMBANTU
Bahan pembantu sebagai penunjang dari bahan baku pembuatan KECAP yang paling berperan besar adalah :
ñ          Air
ñ          Bahan bakar berupa bensin maupun solar untuk mesin.
ñ          Gelas kaca untuk pengepakan.
Untuk jenis bahan pembantu ini pengadaannya tidak sukar dan dapat dengan mudah dicari sewaktu-waktu yang berlimpah di Indonesia dengan ongkos yang relatif murah juga.
H.    SARANA DAN PRASARANA
1)      Instalasi Listrik
Sarana listrik PLN disini hanya sebagai faktor penunjang dari kegiatan produksi karena mesin-mesin yang digunakan untuk produksi menggunakan GENSET untuk menekan pengeluaran.
2)      Instalasi Air
Air digunakan untuk proses produksi karena merupakan bahan utama dari KECAP, untuk memenuhi kebutuhan air yang sangat besar PT. HARUM SEGAR menggunakan fasilitas PAM dari pemerintah serta pengeboran sumur dengan proses saringan air tinggi untuk menjaga mutu air agar terjaga.
3)      Alat Angkutan
Untuk keperluan pengangkutan bahan baku, bahan pembantu dan lainnya yang digunakan untuk proses ini dibutuhkan yaitu :
Mobil Box, Truck, Mobil Fork Lift, Sepeda motor, kendaraan Supervisor.
4)      Inventaris Kantor
Inventaris untuk kantor pabrik KECAP ini diperlukan antara lain meja, kursi, komputer, lemari, mesin hitung, wireless set, kipas besar, AC.
5)      Jalan dan Tempat Parkir
Jalan serta tempat parkir untuk alat pengangkutan dan kendaraan akan dibangun di dalam lokasi pabrik maupun di luar pabri. Konstruksi tempat serta jalan parkir akan dibuat dari pasir dan kerikil yang dilapisi semen agar bisa menahan beban berat dari alat angkut dan mesin yang mencapai 20 ton.
6)      Saluran Air
Untuk kebersihan serta agar tercemar dari limbah pabrik maka dibuat saluran air dengan perhitungan yang tepat agar sistem pembuangan bisa lancar.
7)      Pembatas Pagar
Untuk keamanan pabrik, maka disekililing pabrik dibuat pagar yeang tebuat dari batu beton dengan tinggi 2 meter serta diatasnya diberi kawat berduri dan pecahan kaca. Pintu utama diberi pagar teralis besi dengan tinggi 1.8 meter dengan penjagaan satpam.
8)      Sistem Keamanan Kerja
Guna melindungi semua karyawan terutama tenaga kerja yang langsung terlibat dalam proses pembuatan produksi, disediakan perlengkapan untuk keamanan dan kenyamanan kerja.
9)      Rumah karyawan
Untuk kesejahteraan karyawan, disediakan mess karyawan di sekitar lokasi pabrik agar tidak ada hambatan dalam proses produksi.
VI.    ASPEK PEMASARAN
Saat ini persaingan usaha di dunia khususnya pemasaran semakain kuat serta mengalami kesenjangan. Oleh karena itu dibutuhkan kejelian faktor tersebut agar mengalami keberhasilan dalam usaha. Studi ini akan membahas, meneliti, dan menganalisis prospek pemasaran KECAP, di dalam serta luar negeri, untuk kebutuhan pasar ini cukup atau tidak, agar dapat menjamin proyek ini tetap berjalan.
Hasil analitis atas aspek pemasaran ini kemudian akan disambungkan dengan prospek keuangan yang diadakan untuk mengukur kemampuan perusahaan pabrik apakah dapat memenuhi kewajiban serta melunasi hutang kepada pihak bank/Lembaga Keuangan tepat pada waktunya sebagaimana rencana sebelumnya.
1)      PRODUK
KECAP adalah makanan (pelengkap makanan, bumbu masakan, dll) yang merupakan sebagai sesuatu yang baik sadar maupun tidak sadar selalu dan terus dikonsumsi oleh masyarakat domestik maupun non domestik. Dengan rasanya yang gurih, manis, sedikit asin serta masam seluruh masyarakat selalu mengkonsumsi pelengkap makanann ini.
2)      PROYEKSI PRODUKSI DAN EKSPOR ISOTOPE PT. HARUM SEGAR
Tabel :
TAHUN
PRODUKSI
(UNIT KEMASAN)
EKSPOR
( 40% )
LOKAL
( 60%)
2008
20000
8000
12000
2009
32500
13000
19500
2010
53640
21546
32094
2011
76500
30600
45900
2012
95500
38200
57300
Untuk impor KECAP yang telah ada 1000 unit yang digunakan untuk promosi dari PT. HARUM SEGAR. Serta ada beberapa yang telah diimpor menjelang PIALA DUNIA 2010.
3)      FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN PEMASARAN.
a)      Daya Saing
Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan pemasaran KECAP adalah kemampuan produsen untuk menghasilkan produk yang berdaya saing tinggi, bentuk serta desain memiliki nilai yang sesuai dengan harga jual yang relatif lebih murah.
Sebagai pembanding dibawah ini dapat dilihat beberapa produsen KECAP Nasional (lokal) :
1.      Bangau, dengan produksi 50% pasar lokal.
2.      Piring Lombok, dengan produksi 25% pasar lokal.
3.      ABC, dengan produksi 15% pasar lokal.
4.      Harum, dengan produksi 10% pasar lokal.
b)      Tipe Jenis
Perhatian yang tertuju terhadap tipe-tipe barang yang diproduksi, sangat dibutuhkan oleh suatu daerah pemasaran tertentu merupakan faktor yang paling penting dalam menentukan keberhasilan pemasaran pada bidang KECAP. Untuk hasil produk KECAP PT. HARUM SEGAR memproduksi dengan kemasan gelas berbentuk botol kaca dengan disertai tangkai dengan ukuran :
Tinggi            = 25cm
Diameter       = 10 cm
Serta ada pula kemasan plastik dengan tutup botol plastik pula dengan berat 1 liter, dan juga isi ulang kemasan plastik.
c)      Kemasan
Kemasan adalah alat untuk meyakinkan serta menarik konsumen dan merupakan alat keamanan produk agar bisa diterima konsumen dalam keadaan baik. Kemasan inilah yang akan menentukan kepercayaan pembeli terhadap produsen.
d)     Jalur Distribusi
Pemilihan jalur distribusi dari berbagai alternatif yang ada juga merupakan faktor yang dapat menentukan keberhasilan pemasaran. Jalur distribusi yang paling baik untuk daerah pemasaran tertentu dapat bervariatif dengan daerah pemasaran lainnya.
Alternatif yang dapat dipilih melalui :
-          Contractual Arrangement.
-          Buying Group.
-          Internet order (mail order)
-          Independent Retailers.
Untuk mengekspor produk PT. HARUM SEGAR sebelumnya membuat kontrak dengan buyer, dengan merencanakan ekpor minimal 15000 unit / tahun.
e)      Transportasi
Biaya angkut KECAP ke daerah pemasaran tertentu merupakan faktor yang penting dalam kebijakan pemasaran dan keberhasilan pelaksanaan. Oleh sebab itu hal ini diterapakan dengan tujuan mencapai harga pokok yang rendah, maka harga transport pun harus murah akhirnya harga jual akan mampu bersaing.
Untuk faktor pengangkutan hasil produk PT. HARUM SEGAR sebelum dikepak terlebih dahulu dikemas dalam kontainer isi 250 kemasan (10 unit) dan 500 kemasan (20 unit) yang didahulukan, untuk eksport menggunakan kapal kontainer dan untuk lokal menggunakan truk kontainer.
f)       Promo
Faktor ini tidak boleh dianggap sebelah mata karena pentingnya dalam menentukan keberhasilan pemasaran adalah promosi. Perangkat yang utama adalah :
-          Daftar Harga (price list) & daftar produk (cataloque)
-          Relasi pihak luar (publik relation)
-          Iklan
-          Radio
-          Koran, majalah, dan event-event tertentu.
g)      Bahan baku
Pemasaran KECAP juga bergantung pada jenis bahan baku utama yang dipakai. Untuk KECAP bahan bakunya adalah kedelai untuk menjamin kemasan tersebut stabil dalam penggunaanya. Selain itu itu PT. HARUM SEGAR juga memberikan batas pemakaian produk kecap (kadar batas).
Adapun maksud utama dalam pengembangan pola untuk ekspor tersebut adalah penguasaan pasar di negara importir. Teteapi karena di dunia bisnis sekarang sudah dikuasai perusahaan-perusahaan kelompok besar maka hendaknya menjalin relasi dengan salah satu kelompok itu agar bisa menembus pasaran. Yaitu dengan menghubungi cabang di luar negeri, baik di Asia maupun Eropa. Sedangkan saat ini departemen industri juga mengembangkan ekspor dengan pola yang disebut ekspor untuk segalanya. Artinya komoditi industri apapun akan diekspor dengan cara apa saja.
4)      PROSPEK SERAT PELUANG PASAR
Prospek pemasaran KECAP PT. HARUM SEGAR memiliki peluang yang potensial antara lain :
a.       Ekpor
Penjualan didasarkan pada kontrak dengan jangka waktu tertentu, dalam jumlah tertentu dengan pihak-pihak suplayer dunia antara lain :
-          Australia                      -  Amerika
-          Singapura                     -  Jepang
-          Malaysia                      - Jerman
-          Korea                           -  Filipina
Penunjukkan “Master Franchise” ini menunjukkan bahwa :
-          Suatu pasar yang besar dan luas telah dikuasakan untuk PT. HARUM SEGAR
-          Persatuan pangan Dunia telah memberikan akreditasi khusus tentang sehatnya bahan yang dipakai uhntuk pembuatan kecap PT. HARUM SEGAR
b.      Lokal ( Dalam Negeri)
-          Rumah makan terkenal dengan sajian kecap.
-          Masyarakat umum.
5)      RENCANA PEMASARAN
a.       PRODUK
Produk yang dipasarkan adalah sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang tinggi akan kebutuhan kecap. PT. HARUM SEGAR selalu memberikan layanan yang terbaik untuk produknya agar bisa diterima masyarakat pada umumnya.
b.      KUANTITAS
Rencana pemasaran PT. HARUM SEGAR direncanakan sesuai dengan potensi pasar dan kapasitas produksi. Jumlah yang dipasarkan di dalam negeri adalah 60% dan untuk eksport adalah 40% dari keseluruhan adalah proyeksi pada tahun pertama PT. HARUM SEGAR.
TABEL PROYEKSI PEMASARAN
MARKET
JUMLAH UNIT YANG DIPASARKAN PADA TAHUN KE
1
2
3
4
5
EKSPORT
8000
13000
21546
30600
38200
IMPORT
12000
19500
32094
45900
57300
JUMLAH
20000
32500
53640
76500
95500
c.       HARGA JUAL
-          Botol                                           per unit Rp. 12.500,00
-          Kemasan plastik                         per unit Rp. 5.000,00
-          Isi ulang (sachet)                         per unit Rp. 4.000,00
6)      PROGRAM UMUM PEMASARAN YANG AKAN DATANG
Program umu pemasaran KECAP dapat digambarkan sebagai berikut :
a.       Segmen Pasar
Segmen pasar yang akan ditargetkan adalah semua lapisan masyarakat yang berada di wilayah Indonesia (lokal) karena KECAP merupakan bahan pelengkap makanan yang sadar maupun tidak sadar sering dikonsumsi oleh semua orang.
b.      Daya Saing Produk
Pemasaran diantaranya tergantung pada daya saing yang meliputi mutu tentang rasa, bahan kualitas tinggi dan harga yang relatif bersaing. Mutu merupakan target dari PT. HARUM SEGAR dalam persaingan sesama pembuat KECAP.
Dalam membina produk dengan kualitas tinggi PT. HARUM SEGAR akan memperhatikan ketat hal-hal sebagai berikut :
-          Quality Control
Kecap yang dihasilkan akan diteliti mutunya, tidak hanya pada tahap penyelesaian, tetapi melalui semua tahap dari awal hingga akhir. Dengan demikian mutu yang dihasilkan tidak akan diragukan lagi.
-          Bentuk Kemasan
Bentuk kemasan yang terpenting adalah tentang kualitas dari bahan antara lain botol kaca, plastik, dll. Dalam hal ini bentuk kemasan sangat diperhatikan tidak hanya untuk menarik konsumen namun dengan pengawasan yang ketat dari tahap quality control, kemasan tidak mengkhawatirkan lagi utnuk dijual.
c.       Tipe
Tipe KECAP saat ini yang dicari konsumen adalah KECAP dengan bahan mutu tinggi yang cita rasanya melebihi pesaing lain.
d.      Jalur Distribusi
Jalur distribusi yang digunakan adalah dengan menggunakan 2 cara antara lain :
1.      Ekspor       = Pabrik      Distributor                     Konsumen
2.      Import       = Pabrik      Sales & Distributor      Konsumen
Dengan 2 sistem tersebut diharapkan dalam penjualan pasar dapat berhasil dengan maksimal.
e.       Kemasan
Beberapa hal yang diperhatikan dalam penentuan kemasan adalah :
1.      Isi harus benar-benar terjaga dan kualitas tetap terpelihara.
2.      Bahan kemasan harus aman tidak beracun.
3.      Isi diberi identitas kandungan dengan jelas dan lengkap
4.      Perbandingan biaya dengan kemasan harus wajar.
Agar dapat memilih metode dengan baik perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1.      Resiko perjalanan ke tempat tujuan harus aman dari benturan, goncangan, bantingan sekalipun suhu yang tak tentu.
2.      Perbandingan yang normal antara kemasan dan nilai kemasan.
3.      Jenis  sifat produk yang dikemas apakah bertentangan dengan bahan pengemas.
4.      Hal yang timbul terhadap konsumer tentang ketertarikan, penyimopanan yang mudah, dan pembuangan kemasan.
f.       Transportasi dan Pengangkutan
Biaya pengangkutan merupakan faktor yang menentukan dalam keptusan bidang ekspor, dimana biaya pengangkutan berbeda untuk jenis kapal pengangkut. Pertimbangan pertama adalah arahan untuk kapal pengangkut yang jalurnya lurus dalam pengiriman sehingga biaya dapat ditekan.
Sedangkan biaya pengangkutan dalam negeri untuk pemasaran KECAP juga dibebankan agar dapat diminimalkan pengeluaran, agar harga jual tetap bersaing dengan pembuat KECAP lainnya.
g.      Promosi
Sarana promosi yang diterapkan antara lain :
1.      Daftar Harga (price list) & daftar produk (cataloque)
2.      Relasi pihak luar (publik relation)
3.      Iklan
4.      Radio
5.      Koran, majalah, dan event-event tertentu
                                                                                                                                    VII.            ASPEK KEUANGAN
A.    INVESTASI DAN SUMBER PEMBIAYAAN (satuan dalam ribuan rupiah)
I.       INVESTASI
1.      Tanah                                                                                           3.000.000,-
2.      Bangunan                                                                                        630.000,-
3.      Mesin dan Peralatan                                                                        650.000,-
4.      Investasi Kantor                                                                              150.000,-
5.      Transport (kendaraan)                                                                     200.000,-
6.      Sarana / prasarana                                                                             50.000,-
7.      Biaya saat usaha                                                                              120.000,-
                   Jumlah Investasi                                                                            4.800.000,-
II.           MODAL KERJA                                                                            1.500.000,-
            TOTAL                                                                                        6.300.000,-
III.             STRUKTUR PEMBIAYAAN BANK & SELF FINANCING
INVESTASI :
Modal Sendiri                    30%                      1.440.000,-                                   
Kredit Investasi-Bank       70%                                                         3.360.000,-
MODAL KERJA :
Modal Sendiri                    35%                         525.000,-
Kredit M.K Bank              65%                                                            975.000,-
Jumlah Modal Sendiri                                   1.965.000,-
Jumlah Kredit bank                                                                            4.335.000,-
B.     RISALAH USAHA
Dari proyeksi risalah usaha dapat disimpulkan sebagai berikut :
Pada awal proyeksi, perusahaan memperoleh laba bersih sesudah pajak sebesar Rp. 2.259.750.000,- yang terus meningkat sehingga mencapai Rp. 4.985.550.000,- pada akhir masa proyeksi. Perbandingan laba bersih setelah pajak dengan penjualan meningkat dari awal 15% menjadi 18% diakhir masa proyeksi.
Sedangkan perbandingan laba kotor dengan enjualan menunjukkan angka positif yaitu :
TAHUN KE
%
1
2
3
4
5
31
30
32
33
34
Hal ini menunjukkan kenaikkan yang sangat positif, terlebih jika dipertimbangkan dengan adanya peningkatan dana dalam elemen-elemen modal sendiri yang berasal dari laba.
C.     PROYEKSI NERACA
Posisi keuangan pabrik tercermin dari perbandingan antara aktiva lancar dengan kewajibanjangka panjang yang menunjukkan rasio 0,8 : 1 diawal masaproyeksi dan terus meningkat menjadi 8,2 : 1 diakhir tahun masa proyeksi. Secara umum posisi keuangan perusahaan cukup baik cenderung meningkat.
D.    PROYEKSI ARUS KAS
Berdasarkan proyeksi arus kas yang telah terbuat ternyata perusahaan akan dapat memenuhi seluruh kewajibannya dalam menjaga likuiditas perusahaan serta kelancaran jalannya operasi perusahaan. Pelunasan kredit modal kerja akan dapat diselesaikan pada akhir tahun ke 5 proyeksi dan kewajiban membayar bunga atas kredit modal kerja juga akan dapat diselesaikan dengan baik oleh perusahaan.
E.     ANALISIS BREAK EVEN
Tingkat break even perusahaan pada awal proyeksi sebesar 75% dibandingkan dengan tingkat penjualan dan menurun terus menjadi 70% diakhir masa proyeksi, rasio ini menunjukkan kemampuan pabrik dalam menghasilkan laba semakin meningkat.
F.      INTERNAL RATE OF RETURN
Pengertian IRR itu sendiri dapat didefinsikan sebagai tingkat bunga yang akan menjadi nilai sekarang dari proses yang diharapkan akan diterima sama dari jumlah sekarang dari pengeluaran modal. IRR yang bagus adalah bila mana lebih besar dari tingkat bunga yang berlaku saat ini. Dalam analisa IRR PT. HARUM SEGAR. Ternyata IRR sebesar 45% ini menunjukkan bahwa pemanfaatan dana untuk proyek tersebut adalah layak. Proyeksi IRR dapat dilihat pada lampiran XVII.
G.    PAYBACK PERIOD
Pay Back period adalah suatu periode waktu yang diperlukan untuk menutup kembali kredit dengan menggunakan proceeds (keuntungan netto sesudah pajak ditambah depresiasi dan amortisasi), untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran XVIII.
H.    NET PRESENT VALUE (NPV)
Dari hasil pengujian analisis finansial dengan metode Present Value pada tingkat Discount Factor 18% hasilnya positif yaitu sebesar Rp. 5.882.949.000,- hal ini memberikan petunujuk bahwa proyek layak untuk diusahakan / dijalankan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran XIX.
I.       RETURN ON INVESTMENT (ROI)
Hasil analisis Return on Invesment adalah sebesar 40% memberikan petunjuk bahwa kemampuan dari modal yang diinvestasikan dalam kesuluruhan aktiva untuk menghasilkan laba bersih setelah pajak ternyata cukup tinggi, sebagaimana terlihat pada proyeksi lampiran XX.
J.       ASUMSI-ASUMSI YANG DIGUNAKAN DALAM PENYUSUSNAN PROYEKSI KEUANAGAN
Penyususnan proyeksi keuangan dilakukan untuk jangka waktu lima tahun, dibuat dengan tujuan mendapatkan kebutuhan dana, hasil operasi serta posisi keuangan pabrik ini, digunakan asumsi tentang penjualan dan biaya yang didasarkan pada keadaan perekonomian saat ini dan taksiran perkembangan masa yang akan datang disamping data dari perusahaan sendiri.
Asumsi Umum
a)      Tingkat inflasi diperkirakan 10% per tahun.
b)      Bunga bank diperhitungkan 15,25% per tahun.
c)      Kurs US$ ke Rupiah diperkirakan akan naik 1,24% per tahun dan sebagai dasar perhitungan digunakan kurs US$ = 9.430 (Rate Tengah Konversi BI. Tgl 10/6/08)
d)     Pabrik beroperasi 300hari per tahun, 8 jam kerja per hari dan 1 shift per hari.
e)      Pajak Penghasilan.
Perhitungan dilakukan berdasarkan pada Undang-Undang RI. No. 7 tahun 1983 tentang pajak penghasilan yaitu sebagai berikut :
Keuntungan :
s/d Rp. 10.000.000,-                                                                          I – 15%
s/d Rp. 50.000.000,-                                                                        II – 25%
s/d selebihnya                                                                                 III – 35%
Asumsi pos-pos laba rugi :
1.      Penjualan :
Kapasitas penjualan dapat diproyeksikan sebagai berikut (Rp. 000)
TAHUN
EKPOR (unit)
DALAM NEGERI (unit)
1
2
3
4
5
8000
13000
21546
30600
38200
12000
19500
32094
45900
57300
Harga jual diasumsikan naik 10% per tahun selama masa proyeksi.
Dengan demikian penjualan PT. HARUM SEGAR sebagai berikut :
TAHUN
EKSPOR
IMPORT
JUMLAH
(Rp. 000)
Unit
Harga/unit
Total
(Rp. 000)
Unit
Harga/unit
Total
(Rp. 000)
1
2
3
4
5
8000
13000
21546
30600
38200
12500
13000
13500
14000
15000
100.000.000
169.000.000
290.871.000
428.400.000
573.000.000
12000
19500
32094
45900
57300
12500
13000
13500
14000
15000
150.000.000
253.500.000
433.269.000
642.600.000
859.500.000
250.000.000
422.500.000
724.140.000
1.071.000.000
1.432.500.000
2.      Kapasitas Rencana Produksi
Rencana produksi diatur sebagai berikut :
PASAR
TAHUN
1
2
3
4
5
EKSPOR (ton)
Import (ton)
Kapasitas terpakai :
8000
12000
60%
13000
19500
70%
21546
32094
80%
30600
45900
90%
38200
57300
90%
3.      Biaya Produksi Langsung
Perhitungan biaya produksi langsung setiap tahunnya dapat diproyeksikan sebagai berikut (Rp) :
TAHUN
KAPASITAS PRODUKSI (unit)
BIAYA PRODUKSI / Unit
(Rp.000)
JUMLAH
(Rp.000)
1
2
3
4
5
20.000
32.500
53.640
76.500
95.500
9500
9750
9900
10500
10800
190.000.000
316.875.000
531.036.000
803.250.000
1.031.400.000
4.      Tenaga Manajemen, staff dan pegawai bulanan
Biaya manajemen, staff dan pegawai bulanan yang diperlukan untuk merealisir rencana produksi diperkirakan sebagai berikut :
Jabatan
Orang
Gaji/bulan/orang
Gaji perbulan
Gaji/tahun
Direktur
Manajer
Sekretaris
Kepala Seksi
Pegawai
5
10
10
25
500
7.500
5.250
2.000
1.500
650
37.500
52.500
20.000
37.500
325.000
450.000
630.000
240.000
450.000
3.900.000
Total
550
16.900
472.500
5.670.000
 Biaya produksi tak langsung                           Rp       2.872.561.000,-
            Biaya penjualan                                                Rp            50.000.000,-
            Biaya umum dan administrasi                          Rp          200.000.000,-
            Total                                                                Rp       3.122.561.000.-
             
            Biaya ini diperhitungkan naik 10% per tahun sehingga biaya ini diproyeksikan sebagai berikut (Rp. 000) :
Tahun
Ke
Total biaya
Biaya produksi
Tak langsung
Biaya
Penjualan
Biaya umum dan administrasi
1
2
3
4
5
3.112.561
3.423.817
3.766.198
4.142.818
4.557.100
2.872.561
3.159.817
3.475.798
3.823.378
4.205.716
50.000
55.000
60.500
66.550
73.205
200.000
220.000
242.000
266.200
292.820
5.      Biaya Listrik dan BBM.
             Biaya listrik diperkirakan Rp 500.000.000,- setahun dan diproyeksikan naik 10 % per tahun. Dalam memperhitungkan biaya listrik ini sudah termasuk cadangan instalasi listrik dengan Genset sebesar 20% dari listrik PLN.
             Dalam perhitungan biaya listrik dan BBM diasumsikan 65% dibebankan ke biaya umum dan administrasi dan 35% beban biaya produksi tak langsung.
             Pembagian ke dalam tempat-tempat biaya adalah sebagai berikut (Rp.000) :
Tahun
Ke
Total biaya
Biaya umum dan administrasi
Biaya produksi
Tak langsung
1
2
3
4
5
500.000
550.000
605.000
665.500
732.050
325.000
357.500
393.250
432.575
475.832
175.000
192.500
211.750
232.925
256.218
6.   Biaya perbaikan dan pemeliharaan.
             Biaya ini diperkirakan sebesar 5 % setahun dari harga perolehan aktiva tetap (kecuali tanah) dan diproyeksikan naik 10% per tahun.
             Dalam memperhitungkan biaya perbaikan dan pemeliharaan diasumsikan 90% beban produksi dan 10% beban biaya umum dan administrasi.
             Pembagian ke dalam tempat-tempat biaya adalah sebagai berikut (Rp.000):
Tahun
Ke
Total biaya
Biaya produksi
Tak langsung
Biaya umum dan administrasi
1
2
3
4
5
80.000
88.000
96.800
106.480
117.128
72.000
79.200
87.120
95.832
105.408
8000
8.800
9.680
10.648
11.712
7.   Biaya asuransi.
             Biaya ini diperhitungkan sebesar 1% setahun dari harga perolehan aktiva tetap (kecuali tanah) Rp 1.750.000.000,- diproyeksikan tetap selama masa, proyeksi.
             Dalam memperhitungkan biaya asuransi ini diasumsikan 90% beban produksi dan 10% beban biaya umum dan administrasi.
             Pembagian ke tempat-tempat biaya adalah sebagai berikut (Rp.000) :
Tahun
Ke
Total biaya
Biaya produksi
Tak langsung
Biaya umum dan administrasi
1
2
3
4
5
1.750.000
1.925.000
2.117.500
2.329.250
2.562.175
1.575.000
1.732.500
1.905.750
2.096.325
2.305.953
175.000
192.500
211.750
232.925
256.217
8. Biaya kantor
             Biaya ini meliputi biaya : alat tulis dan cetakan, foto copy, telepon, teleks, telegram, surat-menyurat dan lain-lain.
             Biaya ini diperkirakan Rp 30.000.000, ­per tahun dan diproyeksikan naik 10% setiap tahun.
             Dalam memperhitungkan biaya kantor ini diasumsikan 90% beban produksi dan 90% beban biaya umum dan administrasi.
             Pembagian ke tempat-tempat biaya adalah sebagai berikut (Rp. 000) :
Tahun
Ke
Total biaya
Biaya produksi
Tak langsung
Biaya umum dan administrasi
1
2
3
4
5
30.000
33.000
36.300
39.930
43.923
3.000
3.300
3.630
3.993
4.392
27.000
29.700
32.670
35.937
39.531
9. Biaya penjualan
            Biaya ini meliputi : iklan, promosi, pameran dagang, brosur/price list, hadiah langsung, perjalanan promo serta biaya-biaya yang berhubungan dengan penjualan dan diperkirakan sebesar 1 % dari hasil penjualan, sehingga biaya ini dapat diperinci sebagai berikut (Rp.000) :
Tahun
Ke
Jumlah
1
2
3
4
5
200.000
230.000
253.000
285.000
308.000
10. Biaya lain-lain­
             Biaya ini diperhitungkan 0,5 % dari hasil penjualan, diproyeksikan naik 10% per tahun.
             Dalam memperhitungkan biaya lain-lain ini diasumsikan 25% beban produksi, 25% beban biaya penjualan dan 50% beban biaya umum dan administrasi.
                  Pembagian ke tempat-tempat biaya adalah sebagai berikut  (Rp.000) :
Tahun
Ke
Total biaya
Biaya produksi
Tak langsung
Biaya
Penjualan
Biaya umum dan administrasi
1
2
3
4
5
100.000
115.000
126.500
142.500
154.000
25.000
28.750
31.625
35.625
38.500
25.000
28.750
31.625
35.625
38.500
50.000
57.500
63.250
71.250
77.000
11.      Biaya penyusutan aktiva tetap                                   
             Biaya ini merupakan penyusutan aktiva tetap berdasarkan Straight Line sesuai dengan taksiran masa manfaat aktiva tetap yang bersangkutan.
             Biaya penyusutan aktiva tetap ini dialokasikan 10% beban produksi dan 90% beban biaya umum dan administrasi.
             Pembagian ke tempat-tempat biaya adalah sebagai berikut (Rp 000,-)
Tahun
Ke
Total biaya
Biaya produksi
Tak langsung
Biaya umum dan administrasi
1
2
3
4
5
150.000
150.000
150.000
150.000
150.000
15.000
15.000
15.000
15.000
15.000
135.000
135.000
135.000
135.000
135.000
12.        Biaya amortisasi
             Amortisasi biaya sewa kantor tambahan perhitungkan sebesar 20% dan seluruhnya dibebankan ke biaya umum dan administrasi, yaitu : (Rp.000)
Tahun
Ke
Jumlah
1
2
3
4
5
30.000
30.000
30.000
30.000
30.000
  13. Bunga bank
             Besarnya bunga bank atas kredit investasi maupun kredit modal kerja adalah 18% per tahun yang diperhi­tungkan dari saldo awal tahun yang bersangkutan.
  14.  Biaya Komisaris dan Direksi
             Gaji 1 orang Komisaris                                 Rp          15.000.000,-
             Gaji 1 orang Direktur                                   Rp            7.500.000,- 
             Gaji 1 orang Direktur Utama                        Rp          12.500.000,-
                                                                                   Rp          35.000.000,-
             Gaji setahun adalah 12 bulan.
             Baik gaji Komisaris maupun, Direksi diperhitungkan naik 10% per tahun dan seluruhnya beban biaya umum dan administrasi menjadi sebagai berikut  (Rp.000)
Tahun
Ke
Jumlah
1
2
3
4
5
35.000
38.500
42.350
46.585
51.243
15.    Asumsi untuk penyusunan neraca.
             -      Kas dan bank.
                    Merupakan saldo kas dan bank yang ada setelah diperhitungkan berapa besarnya penerimaan maupun pengeluaran dalam tahun yang bersangkutan
             -      Piutang dagang.
                    Atas hasil penjualan diperkirakan, bahwa hasil penjualan pada bulan Desember baru dapat diterima pada tahun berikutnya.
             -      Biaya pra usaha
                           Merupakan akumulasi biaya-biaya yang dikeluarkan se­belum produksi komersiil dan akan di amortisasikan dalam 5 tahun.
             -      Persediaan
                    Tingkat persediaan diperhitungkan sebagai berikut :
                    Bahan baku                                        3 Minggu
                    Barang jadi                                         2 bulan
LAMPIRAN – LAMPIRAN
Lampiran I
PT. HARUM SEGAR
PERINCIAN TANAH
Rp. 000,-

1.         TANAH, Seluas 20.000 m2                                                    Rp.  54.000.000,-
Lokasi
Jalan                :  Jl. gang Pentol
Desa                Karangrejo
Kecamatan      :  Pegandon
Kabupaten       :  Semarang
Propinsi           :  Jawa Tengah
Lampiran II
PT. HARUM SEGAR
PERINCIAN BANGUNAN
( Rp. 000,- )
NO
JENIS BANGUNAN
SPESIFIKASI KONSTRUKSI
LUAS
TOTAL
HARGA
 ( Rp. 000 )
1
2
3
4
5
Kantor dan Show Room
Gudang dan tempat produksi
Gudang
Mess Karyawan
Pos Jaga
Beton bertulang dan dinding batu bata diplester
Beton bertulang dan dinding batu bata diplester
Beton bertulang dan dinding batu bata diplester
Beton bertulang dan dinding batu bata diplester
Beton bertulang dan dinding batu bata diplester
1000 m2
1000 m2
500 m2
200 m2
16 m2
400.000
400.000
200.000
80.000
6.400
Total
1.086.400
Lampiran III
PT. HARUM SEGAR
PERINCIAN MESIN DAN PERALATAN
( Rp. 000,- )
NO
JENIS MESIN
MEREK/ BUATAN
TOTAL HARGA ( Rp. 000 )
1
2
3
4
5
2 unit mesin pengelupas
2 unit mesin oven
3 unit mesin potong
2  unit mesin cetak kemasan
4 unit mesin sambungan
Total
1.500.000
Lampiran IV
PT. HARUM SEGAR
PERINCIAN INVENTARIS KANTOR
( Rp. 000,- )
NO
KETERANGAN
MEREK/ BUATAN
TOTAL HARGA ( Rp. 000 )
  1
  2
  3
4
5
6
7
6
7
8
Telepon, Telex, Facimile
Meja Kursi Direksi
Meja Kursi Staff
Kursi Tamu
Lemari besi
Stationery
Meja Besar
Peralatan Rumah Tangga & Dapur
Etalase
15.000
20.000
50.000
10.000
50.000
20.000
15.000
10.000
30.000
Total
2.200
Lampiran V
PT. HARUM SEGAR
PERINCIAN KENDARAAN
( Rp. 000,- )
NO
KETERANGAN
MERK/BUATAN
HARGA TOTAL
( Rp.000 )
1
2
3
4 Unit Toyota Kijang Pick Up
15 Unit Honda Supra X
4 unit truck
Jepang
Jepang
Jerman
520.000
180.000
1.400.000
Total
2.100.000
PT. HARUM SEGAR
PERINCIAN SARANA PRASARANA
( Rp. 000,- )
Lampiran VI
NO
KETERANGAN
BANYAK
HARGA TOTAL
( Rp.000 )
1
2
3
4
Genset dan Instalasi Listrik
Instalasi air
Jalan Lingkungan
Pagar Keliling
20.000
17.000
50.000
45.000
Total
132.000
Lampiran VII
PT. HARUM SEGAR
PERINCIAN PRA USAHA
( Rp. 000,- )
URAIAN
JUMLAH
-  Biaya Konsultan
-  Biaya Perizinan
-  Biaya Training
-  Biaya tak terduga
50.000
30.000
50.000
50.000
TOTAL
180.000
Lampiran VIII
PT. HARUM SEGAR
PERINCIAN MODAL KERJA
( Rp. 000,- )
URAIAN
JUMLAH ( Rp. 000,- )
-  Persediaan Bahan Baku
-  Persediaan Bahan Pembantu
-  Persediaan Bahan Bakar
-  Biaya Tenaga Langsung
-  Biaya Tenaga Tak Langsung
-  Biaya Tak Terduka
200.000
100.000
30.000
150.000
110.000
35.000
TOTAL
625.000
Lampiran IX
PT. HARUM SEGAR
PERINCIAN BIAYA PRODUKSI PER UNIT KECAP
( Rp. 000,- )
REKAPITULASI
JUMLAH ( Rp.000 )
kedelai
gula kelapa
garam
penguat rasa glutamat
pengawet natrium benzoat
2000
300
500
500
1000
TOTAL
2800
Keterangan      :  data di atas untuk kartu yang harga standar

2 komentar:

Anonim mengatakan...

Bang....bsa tlongin bwat satu lg gax ttg studi kelayakan bisnis saus???

Anonim mengatakan...

trima kasih ya akau coba bauat makalah ini gan